Eko Travada Blog

make life be easy and Truth

Sepotong Motivasi dari jack Ma pendiri alibaba.com — 5 Mei 2014

Sepotong Motivasi dari jack Ma pendiri alibaba.com

13 Cara Agar Tidak Miskin di Umur 35 Versi Jack Ma

Menurut Ma, ada beberapa cara yang bisa membuat orang mencapai sesuatu sebelum umur 35:

  1. Lihat kesempatan jangka panjang
  2. Jangan merendahkan setiap kesempatan
  3. Cepat bergerak dalam merespon sesuatu
  4. Perbanyak pengetahuan
  5. Seseorang bisa tetap miskin jika tidak bisa mengalahkan rasa takut
  6. Kamu akan tetap miskin kalau kamu tidak punya semangat juang
  7. Dengan memiliki ambisi, kamu bisa memaksimalkan potensi yang kamu miliki
  8. Ambisi membuat kamu punya kekuatan untuk mengalahkan semua rintangan dan membuat keajaiban
  9. Milikilah ambisi supaya kamu terus ingin belajar dan tidak cepat puas
  10. Berjuanglah, karena tidak akan ada yang mengasihanimu
  11. Saat keluargamu tidak mampu membayar biaya pengobatan, tidak akan ada yang kasihan padamu
  12. Kalau kamu dikalahkan oeh pesaingmu, tidak akan ada yang kasihan padamu
  13. Jika sampai umur 35 kamu masih belum menghasilkan apa-apa, tidak akan ada orang yang kasihan padamu

Masih kata Jack Ma dalam wawancara yang sama,

“Anda akan tetap miskin kalau anda tidak memiliki ambisi. Ambisi adalah keinginan untuk menjalani kehidupan seideal mungkin. Sebuah dorongan untuk mewujudkan impian-impian besar dalam hidup. Di dunia ini memang ada hal-hal yang tidak bisa dipecahkan, namun tidak ada satu hal pun yang tidak bisa diselesaikan. Kuatnya ambisi seseorang menentukan kesuksesannya di masa depan.”

Komunikasi Serial Mikrokontroler Atmel 89C51 dengan PC (Visual Basic 6.0) — 22 Februari 2013

Komunikasi Serial Mikrokontroler Atmel 89C51 dengan PC (Visual Basic 6.0)

Mau bagi bagi saja atas apa yang dulu pernah saya buat.  Berikut saya berikan script komunikasi melalui port serial menggunakan mikrokontroler yang populer  tahun 2000 an yaitu atmel 89c51 terhubung ke komputer. Bahasa pemrograman yang digunakan di komputer adalah visual basic 6.0.

Pertama Di VB Buat disain aplikasi seperti berikut ”

Serial

Berikut script VB nya ……..

 

Public terima, hasil As StringPublic berhenti As Boolean
Private Sub Command1_Click()
Dim data As Integer
berhenti = False
tes = Text1.Text
If Text1.Text = “” Then
tes = 10
Text1.Text = tes
End If
MSComm1.Output = Chr(tes)
tunda
baca
‘konversi
End Sub

Sub baca()
terima = MSComm1.Input
Text3.Text = CStr(terima)
konversi
End Sub

Sub tunda()
Dim lihatdelay As Double
If Text4.Text = “” Then
lihatdelay = 5
Text4.Text = lihatdelay
End If

lihatdelay = CDbl(Text4.Text)
lihatdelay = lihatdelay * 5000
For looping = 1 To lihatdelay
Next looping

End Sub

Private Sub Command2_Click()
berhenti = False
Unload Me
‘MSComm1.PortOpen = False
End Sub

Private Sub Command3_Click()
Dim hitung As Integer
berhenti = True

Do
hitung = hitung + 1
Text1.Text = CStr(hitung)
tunda
DoEvents
MSComm1.Output = Chr(hitung)

If hitung = 255 Then
hitung = 0
End If

baca
‘konversi
Loop Until berhenti = False

End Sub

Private Sub Command4_Click()
Dim hitung As Integer
Dim masuk As String
hitung = 1
berhenti = True

Do
masuk = CStr(hitung)
MSComm1.Output = Chr(hitung)
Text1.Text = masuk
hitung = hitung * 2
tunda

baca
If hitung = 256 Then
hitung = 1
End If
DoEvents
Loop Until berhenti = False

End Sub

Private Sub Command5_Click()
Dim hitung, invert As Integer
Dim masuk As String
hitung = 254
berhenti = True
Do
masuk = CStr(hitung)
MSComm1.Output = Chr(masuk)
Text1.Text = masuk
hitung = hitung \ 2
tunda
baca

If hitung = 1 Then
hitung = 254
End If
DoEvents
Loop Until berhenti = False

End Sub

Private Sub Command6_Click()
berhenti = False
End Sub

Private Sub Form_Load()
MSComm1.PortOpen = True
MSComm1.Settings = “4800,N,8,1″
End Sub

Sub konversi()
Dim ubah As Byte
Dim data As Byte
Dim temp As String
data = 0

Do
temp = CStr(terima)
cocokan = Chr(data)
If cocokan = temp Then
hasil = data
End If

data = data + 1
Loop Until data = 255
Text2.Text = CStr(hasil)

End Sub

Sedangkan Script di Mikrokontroler sebagai berikut :

Script assembler

ORG 00H
MOV SCON,#10H
MOV R1,#33H
SETL: MOV A,R1
TERIMA: RR A
MOV P0,A
ACALL DELAY
JNB RI,$
MOV A,SBUF
CLR RI
MOV P1,A
MOV P1,#00H
ACALL DELAY
CLR TI
MOV SBUF,A
MOV A,R1
KIRIM: RL A
MOV P0,A
ACALL DELAY
JNB TI,$
SJMP SETL

DELAY: MOV R7,#05FH
DL1: MOV R6,#0FH
DL2: MOV R5,#0FH
DJNZ R5,$
DJNZ R6,DL2
DJNZ R7,DL1
RET
END.

Untuk Skematik hubungan antara Mikro dan PC digambarkan berikut :

rangkaian

Pny- Eko TS

Membangun Program Database dari Dasar Hingga Implementasi — 21 Februari 2013

Membangun Program Database dari Dasar Hingga Implementasi

Halo bertemu lagi

bagi yang ingin membangun sistem database dapat mengikuti tutorial berikut.

Dalam membangun Database konsepnya perhatikan di gambar

Konsep Menyusun Database

Bila diperhatikan dari gambar bahwa untuk membangun database bermula dari data yang harus kita miliki terlebih dahulu.

Misal kita ingin membangun sistem absensi maka kita mesti kumpulkan data yang berkorelasi dengan absensi karyawan yaitu:

  • Data karyawan
  • Data jam kerja

Kemudian kita organisasi data karyawan dan data jam kerja dengan Konsep basis Data dengan melakukan proses Pengaturan Pemilahan, pengelompokkan dan pengorganisasian. Untuk Pendekatan basis data diatas kita bisa berdasar formulir, Formulir yang bisa digunakan disini bisa formulir absensi yang selama ini sudah berjalan. Nah berdasar formulir tersebut kita lakukan proses normalisasi sehingga akan didapatkan disain tabel yang nantinya akan kita terjemahkan ke dalam bentuk aplikasi/produk dengan menggunakan Aplikasi database. Salah satu aplikasi yang digunakan dan cukup mudah mempelajarinya dengan access 2007.

Sedangkan konsep dalam pembuatan produk digambarkan seperti berikut

Konsep Membuat Aplikasi Database

setelah dijelaskan konsep membuat tabel sesuai database berikutnya adalah mengimplementasikan tabel yang telah dirancang menjadi aplikasi yang lengkap dengan form dan report, seperti tampak pada gambar diatas.

Kita ambil studi kasus sesuai dengan yang dibahas diatas yaitu sistem absensi.  Bila dianalisis maka yang terlibat dalam sistem absensi

adalah data karyawan dan data kehadiran kerja karyawan.

Bila dikonsep dengan use case tampak seperti berikut :

KonsepAbsensi

Terlihat dari konsep diatas bahwa ada aktor karyawan yang setiap hari mengisi daftar hadir baik saat masuk atau  pulang, dan karyawan diberi option dapat melihat list absensi sebelumnya yang pernah diisi. Berdasar konsep diatas kita buat dua tabel yaitu tabel karyawan dan tabel kehadiran.

data karyawan terdiri dari  atribut dalam tabel :

NIK, Nama,  Alamat.  Dan untuk NIK kita jadikan sebagai primary key.  (atribut yang unik, dimana NIK yang dimiliki seorang karyawan akan berbeda dengan karyawan yang lain walaupun misalnya namanya sama)

Data Kehadiran  terdiri dari atribut dalam tabel :

No Urut, NIK, Jam Masuk, Jam Keluar, Tanggal Masuk. dan No Urut dijadikan key , kemudian NIK di tabel ini menjadi foreign key (Foreign Key adalah atribut yang datanya menginduk ke Primary key di tabel karyawan).

kemudian kedua tabel tersebut diimplementasikan ke aplikasi database. Ini Case pertama digunakan access 2007, sedangkan kasus yang lain digunakan aplikasi yang lain.

Implementasi ke access 2007

1. Buka access 2007

2. Pilih Blank database

3. Beri nama database dengan absensiKaryawan  kemudian Pilih Create

Maka akan muncul tampilan seperti berikut :

Screenawal

4. kemudian anda pilih tab create pilih tabel design

CreateTable

5. Maka akan muncul tampilan berikut dan silahkan isi di field name nama kolom dalam tabel data karyawan dengan tipe data text seluruhnya.

TabelKaryawan

6. set Primary key NIK dengan cara klik kanan di field NIK kemudian dari menu yang muncul pilih primary key

7. kemudian klik kanan di table2 pilih save dan beri nama MS_karyawan kemudian klik ok

KeyKaryawan

saveTable

saveKaryawan

Perhatikan di sebelah kiri setelah save akan muncul nama tabelnya

hasilSave

Dengan cara yang sama dapat anda lakukan untuk tabel absensi dengan tipe data tampak seperti gambar berikut

absensi

Perhatikan yang perlu anda tambahkan di tabel kehadiran adalah di field properti pada tab general ganti

– Properti format ganti dengan medium time

–  Field jam masuk dan jam keluar dan di properti default value anda isi dengan now()

–  Properti format untuk field tanggal ganti dengan medium date dan default value diisi juga dengan now().

Tujuan pengisian now() di properti default value agar jam masuk ,  jam keluar dan tanggal akan terisi otomatis karena karyawan cukup hanya mengisi NIK.

Setelah semua tabel dibuat maka hasilnya akan tampak seperti berikut ini

Pny : Eko TS

Memahami Mikrokontroler Atmel Seri AVR (Atmega Microcontroller) — 3 Februari 2013

Memahami Mikrokontroler Atmel Seri AVR (Atmega Microcontroller)

Setelah Sukses dengan Mikrokontroler seri  89C51, Atmel meneruskan kesuksesan dengan mengeluarkan mikrokontroller seri AVR yang memiliki lebih banyak  Varian dan Tambahan Fitur yang sebelumnya tidak ditemukan di Mikrokontroler yang kompatibel dengan keluarga MCS-51.

Mikrokontroler seri avr atmega 8535 memiliki kelebihan dengan fitur seperti berikut :

* RISC Architecture

– 130 Powerful Instructions
– 32 x 8 General Purpose Working Registers lebih banyak dibanding seri sebelumnya
– Fully Static Operation
– Up to 16 MIPS Throughput at 16 MHz
– On-chip 2-cycle Multiplier sebelumnya hingga 12 cycles

• Nonvolatile Program and Data Memories
– 8K Bytes of In-System Self-Programmable Flash
Endurance: 10,000 Write/Erase Cycles
– Optional Boot Code Section with Independent Lock Bits
In-System Programming by On-chip Boot Program
True Read-While-Write Operation
– 512 Bytes EEPROM
Endurance: 100,000 Write/Erase Cycles
– 512 Bytes Internal SRAM
– Programming Lock for Software Security

• Peripheral Features
– Two 8-bit Timer/Counters with Separate Prescalers and Compare Modes
– One 16-bit Timer/Counter with Separate Prescaler, Compare Mode, and Capture
Mode
– Real Time Counter with Separate Oscillator
– Four PWM Channels
– 8-channel, 10-bit ADC
8 Single-ended Channels
7 Differential Channels for TQFP Package Only
2 Differential Channels with Programmable Gain at 1x, 10x, or 200x for TQFP
Package Only
– Byte-oriented Two-wire Serial Interface
– Programmable Serial USART
– Master/Slave SPI Serial Interface
– Programmable Watchdog Timer with Separate On-chip Oscillator
– On-chip Analog Comparator

• Special Microcontroller Features
– Power-on Reset and Programmable Brown-out Detection
– Internal Calibrated RC Oscillator
– External and Internal Interrupt Sources
– Six Sleep Modes: Idle, ADC Noise Reduction, Power-save, Power-down, Standby
and Extended Standby

• I/O and Packages
– 32 Programmable I/O Lines
– 40-pin PDIP, 44-lead TQFP, 44-lead PLCC, and 44-pad QFN/MLF
• Operating Voltages
– 2.7 – 5.5V for ATmega8535L
– 4.5 – 5.5V for ATmega8535
• Speed Grades
– 0 – 8 MHz for ATmega8535L
– 0 – 16 MHz for ATmega8535

Reff : Datashet Atmel 8535

Dengan features diatas dan harga jual yang sangat kompetitif, pantaslah mikrokontroler sangat sukses di pasaran saat ini.

Memahami Penggunaan Mikrokontroler seri AVR

Setelah mengetahui fitur yang tersedia maka langkah berikutnya adalah memahami bagaimana menggunakan fitur fitur tersebut. Kita mulai dari memahami Pin yang tersedia di Mikrokontroler :

atmega8535

Penjelasan atas Pin diatas :

  1. Pin 10 sebagai VCC (Catu daya)
  2. Pin 11 sebagai GND
  3. Pin 40 ~ Pin 33 Port A (PA.0 – PA.7) merupakan pin dua arah dan Pin masukkan ADC
  4. Pin 1 ~ Pin 8 Port B (PB.0 – PB.7) merupakan PIN dua arah dan Pin fungsi khusus yaitu Timer/Counter , komparator analog dan SPI
  5. Pin 22 ~ Pin 29 Port C (PC.0 – PC.7) merupakan pin dua arah dan pin fungsi khusus yaitu TW1, Komparator analog dan Timer Oscilator
  6. Pin 14 ~ Pin 20 Port D (PD.0 – PD.7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus yaitu komparator analog , interupsi eksternal dan komunikasi serial
  7. Pin 9, merupakan pin RESET
  8. Pin 12 dan Pin 13 , XTAL1 dan Xtal2 merupakan pin masukkan clock eksternal
  9. Pin 30, AVCC merupakan pin masukkan untuk tegangan Mikro dan dapat juga untuk referensi ADC
  10. Pin 32, AREF merupakan Pin masukkan tegangan referensi ADC

Memahami mengenai Input Output di Mikro AVR

Seperti telah dijelaskan diatas mikrokontroler seri AVR memiliki 4 port yang dapat digunakan sebagai input – output, yaitu PORTA, PORTB, PORTC,PORTD.

Dalam Pengaturan Input output baik untuk mengirim data atau mambaca data mikrokontroler menggunakan register. Untuk Mikrokontroler AVR menggunakan 3 register yaitu :  DDRx, Portx dan PINx.
Penjelasan
   DDRx (Data Direction Register)
Register DDRx digunakan untuk memilih arah pin. Jika DDRx = 1 maka Pxn sebagai pin output Jika DDRx = 0 maka Pxn sebagai input.
   Portx (Port Data Register)
Register Portx digunakan untuk 2 keperluan yaitu untuk jalur output atau untuk mengaktifkan resistor pull up.
1. Portx berfungsi sebagai output jika DDRx = 1 maka : Portxn = 1 maka pin Pxn akan berlogika high. Portxn = 0 maka pin Pxn akan berlogika low.
2. Portx berfungsi untuk mengaktifkan resistor pullup jika DDRx = 0 maka : Portxn = 1 maka pin Pxn sebagai pin input dengan resistor pull up. Portxn = 0 maka pin Pxn sebagai output tanpa resistor pull up.
Konfigurasi Port

DDRxn Portxn

I/O

Pull up Comment

0

0

Input No Tri state (Hi-Z)

0

1

Input Yes Pull up aktif

1

0

Output No Output Low

1

1

Output No Output High

Catatan :

x menunjukkan nama port  (A,B,C,D)
n menunjukkan nomor bit  (0,1,2,3,4,5,6,7)

Contoh Program Mengirim data ke Port A

include”m16def.inc”
.org 0x0000
rjmp main

utama :
ldi r17,low(RAMEND)
out SPL,r17
ldi r17,high(RAMEND)
out SPH,r17
ldi r17, 0xff
out ddra,r17
out PORTA,r17
cbi PORTA,0

stop :
rjmp stop

Bila Program diatas dijalankan dan port a terhubung ke LED dengan disain rangkaian dengan aktif High seperti tampak di gambar berikut :

rangkaianLED

Led akan menyala semua kemudian portA,0 akan mati.

Berikut contoh program untuk membaca data dari PortC

include”m16def.inc”
.org 0x0000
rjmp main

utama :
ldi r17,low(RAMEND)
out SPL,r17
ldi r17,high(RAMEND)
out SPH,r17

ldi r17, 0xff
out ddra,r17
ldi r17,0x00
out ddrc,r17

in r17,pinc
out PORTA,r17

rjmp stop

Program diatas akan membaca data dari port C, kemudian dikirim ke port a

Ingin mengikuti pelatihan  mengenai Pemrograman di Mikro AVR silahkan ke link berikut
FB : facebook.com/cafemikrochip

Database Access 2007 Training / Pelatihan Database Access 2007 — 2 Januari 2013

Database Access 2007 Training / Pelatihan Database Access 2007

Pengembangan Sistem Database untuk mendukung operasional suatu Bisnis saat ini menjadi hal yang sangat penting.  System database menjadi penting karena pengarsipan suatu transaksi yang rapih dan efisien menjadi salah satu faktor kesuksesan suatu bisnis. Dengan Dokumentasi yang rapih para pengelola bisnis akan dapat dengan mudah menentukan strategi bisnis ke depan untuk dapat bersaing dengan kompetitor.

Pengembangan aplikasi database saat ini dapat dilakukan oleh siapapun , karena yang terpenting untuk membangun aplikasi database adalah memahami konsep dari bisnis yang dijalankan dan menguasai salah satu Tools untuk mengembangkan aplikasi database. Bagi bisnis yang masih di skala kecil dapat mengembangkan aplikasi database dimulai dari yang paling sederhana dengan tujuan meminimalisasi investasi untuk membangun Sistem database. Microsoft Access  2007 merupakan salah satu tools yang dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi database dengan biaya minimal. Bila bisnis berkembang maka database access 2007 yang telah digunakan dapat dikembangkan menjadi aplikasi yang memiliki fitur lebih kompleks dan lengkap.

Berdasar kondisi diatas lembaga pendidikan Cafe MikroChip sebagai salah satu lembaga pendidikan di bidang sistem komputer melaksanakan pelatihan access 2007 , dimana peserta yang telah mengikuti pelatihan ini dapat mengembangkan aplikasi database secara mandiri. Bagi setiap Peserta yang telah mengikuti Pelatihan dapat berkonsultasi dengan pengajar di Cafe MikroChip untuk mengembangkan sistem di lingkungan bisnisnya.

Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan link berikut :

http://cafemikrochip.webs.com/

Deskripsi pelatihan Mikrokontroler atmega 8535 — 7 Agustus 2012

Deskripsi pelatihan Mikrokontroler atmega 8535

Mikrokontroller adalah komponen yang memiliki kesamaan dengan mikroprosesor hanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar yaitu :

Mikroprosesor dibuat dengan tujuan berfungsi pengolah data dengan kecepatan yang terus ditingkatkan dan belum memiliki perangkat seperti I/O , sedangkan mikrokontroller dikhususkan sebagai alat pengendali dan kecepatan tidak menjadi issue utama.  Untuk mempelajari mikrokontroller dapat dimulai dari mengenal fungsi pin yang tersedia di Chip Mikro tersebut.  Setelah anda mengenal fungsi dari tiap PIN, anda sudah mulai dapat merancang rangakain sendiri dengan mikrokontroller, tapi memang akan lebih mumpuni kalau anda sudah memiliki pemahaman dasar mengenai rangkaian logika, rangkaian elektronika. Tapi bila belum punya tidak usah khawatir, karena hal tersebut dapat dipelajari, secara praktis.  Setelah anda dapat merancang rangkaian sendiri langkah berikutnya anda belajar bahasa pemrograman dari atmega 8535. Bahasa pemrograman yang dipelajari dapat menggunakan 2 pendekatan yaitu bahasa assembler atau bahasa C. kalau penulis sarankan belajar assemblernya dulu baru bahasa C.  setelah anda memahami bahasanya dapat anda lanjutkan dengan mempelajari interupsi dan mengenal register yang digunakan, kemudian belajar timer counter, komunikasi serial. Nah Bila anda sudah sampai tahap ini, maka ke tahap berikutnya akan semakin mudah,

Bagi yang ingin mempelajari lebih lanjut silahkan mengikuti pelatihan dengan penjelasan materi pelatihan di http://cafemikrochip.webs.com/

Pelatihan pengembangan Produk dengan Cips Atmega 8535/16 (AVR Series) — 6 Agustus 2012

Pelatihan pengembangan Produk dengan Cips Atmega 8535/16 (AVR Series)

Halo para peminat pengembangan Produk berbasis Mikrokontroller

Segera akan diselengarakan Pelatihan pengembangan Produk dengan menggunakan CIPS AVR seri Atmega 8535.  Pelatihan ini direncanakan akan berjalan selama 16 jam dengan Materi :

  • Pengenalan Cips dan I/O di Atmega 8535
  • Rangkaian Minimum Atmega 8535
  • Interupsi
  • Timer/Counter
  • Komunikasi Serial
  • Analog to Digital Converter (ADC)
  • Studi kasus interupsi, timer/counter, keypad, serial dan ADC

Fasilitas bagi peserta

  • Modul Atmega 8535
  • Alat Peraga Output Berupa LED 8 Bit, & Segment 1 Bit & Keypad

Pelatihan dapat  diselenggarakan di bandung . Untuk Info lebih lanjut mengenai biaya dan waktu pelatihan untuk saat ini silahkan email ke eko,jualan@gmail.com atau kontak ke 08122021210

Download Brosur Klik Link Berikut : BrosurMikro8535

Eko Travada

Memahami Command SQL dalam Manipulasi Database — 17 April 2012

Memahami Command SQL dalam Manipulasi Database

Halo Bertemu lagi.

Pada kesempatan ini saya ingin berbagi dengan command – command SQL sebagai salah satu intruksi yang powerful untuk memanipulasi database.

Bagi yang baru belajar Program , dan mulai bertanya tanya bagaimana  ya caranya saya dapat menyimpan data di komputer, dan suatu saat dapat memanggilnya ? Nah jawabannya anda harus mulai belajar  membuat program dan mulai menggunakan database.

Untuk dapat mempelajari database cara termudah adalah menggunakan aplikasi yang telah siap pakai seperti MS acess baik versi 2003, 2007 atau pun 2010. Tapi bila anda menggunakan program yang siap pakai tersebut akan banyak keterbatasan yang anda temui bila tidak memahami bahasa dalam database  tersebut kecuali anda sudah paham menggunakan macro memahami bahasa SQL dan akan lebih canggih lagi kalau sudah memahami bahasa macro visual basic (terus terang saya memahami VB pusing juga), secara pribadi penulis  lebih suka menggunakan macro digabung dengan sintaks SQL  jadi simpel instruksinya.

Nah untuk itu, penulis menyarankan menggunakan software XAMPP, yang bisa didapat dengan gratis di internet , tinggal download dari http://www.apachefriends.org/en/xampp.html , Setelah Download dan langsung install , kemudian  ikuti petunjuk di situs tersebut, atau menjalankannya dengan mengetikkan localhost di browser, maka aplikasi Xampp akan berjalan, oh iya ada terlewat jalankan dulu xamp control panel kemudian start mysql dan apachenya.

Bersambung yah

 

 

 

Kreasi membuat tempat HP sendiri yang bisa digantung di tembok — 16 Februari 2012

Kreasi membuat tempat HP sendiri yang bisa digantung di tembok

Hello Pembaca berikut saya berbagi tempat simpan HP, bila dijadikan telepon rumah.

Membuatnya bisa dengan bahan plastik putih yang keras yang bisa didapat di toko buku.

Langkah pertama sebelum anda membuat anda buat sketsa gambarnya, agar ada panduan visualisasi sebelum membuat.

berikutnya anda perkiraan ukuran dari dudukan HP sesuaikan dengan ukuran HP, setelah itu anda potong dan sambungkan material tersebut.

Untuk memotongnya bisa dengan cutter atau gergaji triplek. Untuk melubanginya bisa dengan Bor kecil atau Besi dipanaskan. Penyambungan antara tiap seperti tampak di bawah saya menggunakan pegangan rel korden yang bisa didapat di toko besi, dan beberapa bagian menggunakan lem supercepat kering (contoh alteco). Yang perlu diperhatikan saat anda membuat tempat HP ini adalah tempat tersebut harus kokoh agar HP tidak mudah jatuh.

Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan gambar  di Bawah ini.

Bila ada yang ingin ditanyakan bisa add ym di eko_travada atau email ke eko_travada@yahoo.com/ekotravada@gmail.com

Selamat berkreasi

Point point Evaluasi Diri / Muhasabah — 6 September 2011

Point point Evaluasi Diri / Muhasabah

Halo para pembaca, mungkin ini blog yang isinya campur – campur tapi saya pikir gpp, saya cuma ingin berbagi mengenai Muhasabah atau evaluasi diri, skrip dibawah saya ambil dari http://wirausahapesantren.blogspot.com/2010/06/nilai-muhasabah.html

Poin poin yang perlu dievaluasi diri/muhasabah yaitu :

1. Aspek Ibadah ( الجانب التبعدي )

Pertama kali yang harus dievaluasi setiap muslim adalah aspek ibadah. Karena ibadah merupakan tujuan utama diciptakannya manusia di muka bumi ini; ‘Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah kepada-Ku.’ (QS. 51 : 56). Artinya ibadah merupakan tugas & pekerjaan utama manusia dalam menjalani kehidupannya.

Oleh karenanya, sepatutnya aspek ibadah menjadi perhatian utama evaluasi bagi manusia. Evaluasi aspek ibadah ini, mencakup dua hal ; ibadah yang wajib dan ibadah yang sunnah.

a. Ibadah wajib.

Ibadah wajib adalah ibadah yang tidak bisa tidak, harus dikerjakan oleh setiap muslim. Minimal sekali adalah ibadah yang terdapat dalam rukun Islam; shalat, puasa, zakat dan juga haji. shalat berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW merupakan perkara yang pertama kali akan dihisab oleh Allah SWT pada hari akhir ;

Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab dari seroang hamba adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka sungguh ia beruntung dan sukses. Namun jika shalatnya fasad (rusak/ cacat) maka sungguh ia akan menyesal dan merugi. (HR. Nasa’i)

Dalam hadits lain tentang muflis (orang yang bangkrut), dikatakan oleh Rasulullah SAW bahwa orang yang muflis didatangkan kehadapan Allah SWT dengan amalan shalat, puasa dan zakat, namun juga membawa ‘dosa’ suka mencela, menuduh, memukul, memakan harta orang lain dsb:

‘Orang yang bangkrut dari umatku di hari kiamat adalah orang yang datang dengan (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun ia juga datang dengan membawa (dosa) mencela kehormatan orang lain, menuduh orang lain, memakan harta orang lain dan memukul orang lain.(HR. Muslim)

Hadits di atas menggambarkan bahwa pada hari akhir kelak, yang pertama kali dimintai pertanggung jawaban adalah ibadah-ibadah fardhu terlebih dahulu, seperti shalat, puasa dan zakat. Baru kemudian setelah itu amaliyah-amaliyah yang lain. Belum lagi hadits-hadits lain yang menggambarkan tentang urgensi ibadah-ibadah fardhu.

Kaitannya dengan muhasabah, bahwa setiap musim harus berusaha untuk meningkatkan amal ibadah fardhunya. Mulai dari niat, tatacara, pelaksanaan, penghayatan, pemberian dampaknya dalam kehidupan, kontinyuitas dsb. Peningkatan tersebut harus didasarkan pada evaluasi dirinya atas ibadah fardhu yang telah dilakukannya. Apa kekurangan & kelemahan dalam pelaksanaannya. Apa pula faktor-faktor yang selama ini dapat meningkatkan kualitas ibadah tersebut, dsb.

Pada intinya perlu dijaga, agar jangan sampai amaliyah ibadah fardhu ini menjadi berkurang dan memiliki cacat dalam pelaksanaannya. Karena cacatnya amaliyah ini, akan berdampak pada cacatnya amaliyah lainnya. Sehingga peningkatan pada aspek ini sangat mutlak diperlukan.

b. Ibadah sunnah

Ibadah sunnah juga tidak kalah pentingnya dengan ibadah fardhu. Karena ibadah sunnah akan menjadi penyempurna bagi ibadah fardu. Bahkan ulama mengatakan bahwa salah satu indikasi kesempurnaan keimanan seorang mu’min adalah kelanggengannya dalam melaksanakan ibadah sunnah.

Rasulullah SAW sendiri memberikan porsi dalam aspek ini dengan begitu besarnya. Perhatikan saja sebagaimana yang dikatakan Aisyah, bahwa beliau SAW shalat malam hingga kedua kakinya bengkak-bengkak. (HR. Bukhari Muslim)

Kemudian bagaimana beliau berpuasa sunnah, dzikrullah, tilawah Al-Qur’an, infak shadaqah, berbuat ihsan, dsb. Kesemuanya menggambarkan betapa aspek ini sangat diperhatikan oleh Rasulullah SAW dan juga para sahabatnya.

Evaluasi dalam ibadah sunnah sangat penting, karena terkadang karena sifatnya yang hanya ‘sunnah’, seringkali pelaksanaannya terabaikan. Sementara urgensi ibadah sunnah ini sangat signifikan dalam peningkatan ketakwaan dan ketaqurruban seseorang kepada Allah SWT serta dalam menjaga keistiqamahan. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW pernah bersabda:

‘Segeralah melakukan amal shaleh, sebab akan terjadi fitnah besar bagaikan gelap malam yang sangat gulita. Ketika itu seseorang beriman pada pagi hari, sementara pada sore harinya ia kufur kepada Allah SWT. Dan pada sore hari seseorang beriman, sementara pagi harinya ia kufur kepada Allah SWT. Ia menukar agamanya demi sedikit keuntungan duniawi.” (HR. Muslim)

Secara tersurat hadits ini menggambarkan mengenai sifat dari amal shaleh (yang unsur terpentingnya adalah ibadah sunnah), akan menjaga keimanan, terhindar dari fitnah serta menjaga keistiqamahan. Karena tantangan & fitnah di ‘luar’ demikian besarnya. Sesuatu yang haq, bisa diputarbalikkan menjadi seolah-olah batil, demikian juga sebaliknya.

Dari sini tampak jelas, urgensitas dari ibadah sunnah tersebut. Karena ‘cacatnya’ perhatian pada ibadah sunnah, akan berakibat pada hilangnya ‘kestabilan’ iman, mudah terperdaya dengan fitnah, bahkan terseret pada jurang kehinaan (na’udzubillah min dzalik).

Sektor terpenting dari ibadah sunnah yang perlu dievaluasi diantaranya adalah pada aspek qiyamul lail, shalat dhuha, shaum sunnah, tilawatul qur’an, dzikrullah, infaq shadaqah, dzikrul maut, dsb. Sedangkan bentuk evaluasinya sama sebagaimana evaluasi pada ibadah ibadah fardhu.

2. Aspek Pekerjaan & Perolehan Rizki ( الجانب العملي والتكسبي )

Aspek kedua ini sering kali dianggap remeh, atau bahkan ditinggalkan dan ditakpedulikan oleh kebanyakan kaum muslimin. Karena sebagian menganggap bahwa aspek ini adalah urusan duniawi yang tidak memberikan pengaruh pada aspek ukhrawinya. Sementara dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda :

Dari Ibnu Mas’ud ra dari Nabi Muhammad SAW bahwa beliau bersabda, ‘Tidak akan bergerak tapak kaki ibnu Adam pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang 5 perkara; umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya, kemana dipergunakannya, hartanya darimana ia memperolehnya & kemana dibelanjakannya & ilmunya sejauh mana pengamalannya?’ (HR. Turmudzi)

Hadits di atas menggambarkan tentang akibat dari melalaikan unsur perolehan harta. Bahwa seseorang tidak akan bergerak kedua tapak kakinya di akhirat kelak, hingga ia ditanya tengan 5 hal, diantaranya tentang sumber penghasilannya. Senada dengan hadits tersebut, Allah SWT sesungguhnya telah mewanti-wanti agar jangan seseorang memakan atau mencari harta dengan cara yang bathil:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. Annisa/ 4 : 29)

Imam As-Suyuti ketika menjelaskan tentang memakan harta dengan cara batil, beliau menafsirkannya dengan ( بطريق غير مشروع مخالف حكم الله تعالى ) ‘dengan cara tidak sesuai dengan syariat dan bertentangan dengan hukum Allah SWT’. Artinya segala macam bentuk usaha, yang substansi pekerjaannya, cara pelaksanaannya, mekanismenya dan sistemnya tidak syar’i dan bertentangan dengan hukum Islam, maka itu adalah batil.

Pada intinya, semua pekerjaan dan sumber penghasilan yang telah didapatkannya, harus dievaluasi kembali. Apakah semuanya sudah jelas kehalalannya? Ataukah masih terdapat hal-hal yang berbau syubhat dan keharaman?

Jika dalam evaluasi terdapat satu sumber penghasilan yang mengandung keharaman, maka harus segera ditinggalkan, kendatipun besarnya penghasilan dari aspek tersebut. Misalnya dari bunga bank, investasi ribawi (obligasi, pasar uang, pasar modal non syariah), MLM yang tidak sesuai dengan syariah, klaim dari asuransi non syariah, pemberian yang terkait dengan jabatan & kedudukannya, dsb.

3. Aspek Kehidupan Sosial Keislaman ( الجانب الحياة الإجتماعية الإسلامية )

Aspek yang tidak kalah penting untuk dievaluasi adalah aspek kehidupan sosial, dalam artian hubungan muamalah, akhlak dan adab dengan sesama manusia. Karena kenyataannya aspek ini juga sangat penting, sebagaimana yang digambarkan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits :
Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?’ Sahabat menjawab, ‘Orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak memiliki perhiasan.’

Rasulullah SAW bersabda, ‘Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun ia juga datang dengan membawa (dosa) menuduh, mencela, memakan harta orang lain, memukul (mengintimidasi) orang lain. Maka orang-orang tersebut diberikan pahala kebaikan-kebaikan dirinya. Hingga manakala pahala kebaikannya telah habis, sebelum tertunaikan kewajibannya, diambillah dosa-dosa mereka dan dicampakkan pada dirinya, lalu dia pun dicampakkan ke dalam api neraka. (HR. Muslim)

Melalaikan aspek ini, dapat menjadi orang yang muflis sebagaimana digambarkan Rasulullah SAW dalam hadits di atas. Datang ke akhirat dengan membawa pahala amal ibadah yang begitu banyak, namun bersamaan dengan itu, ia juga datang ke akhirat dengan membawa dosa yang terkait dengan interaksinya yang negatif terhadap orang lain; mencaci, mencela, menuduh, memfitnah, memakan harta tetangganya, mengintimidasi dsb. Sehingga pahala kebaikannya habis untuk menutupi keburukannya.

Bahkan karena kebaikannya tidak cukup untuk menutupi keburukannya tersebut, maka dosa-dosa orang-orang yang dizaliminya tersebut dicampakkan pada dirinya. Hingga jadilah ia tidak memiliki apa-apa, selain hanya dosa dan dosa, akibat tidak memperhatikan aspek ini. Na’udzubillah min dzalik.

Oleh karenanya, hendaknya aspek ini dievaluasi. Bagaiamana selama ini kita bersosialisasi dengan masyarakat, bergaul dengan tetangga, beraktivitas dengan teman kerja, berakhlak di jalan raya, dsb? Jika terdapat aib atau cacat di sana, maka perbaikilah.

4. Aspek Da’wah ( الجانب الدعوي )

Aspek ini sesungguhnya sangat luas untuk dibicarakan. Karena menyangkut dakwah dalam segala aspek; sosial, politik, ekonomi, dan juga substansi dari da’wah itu sendiri mengajak orang pada kebersihan jiwa, akhlaqul karimah, memakmurkan masjid, menyempurnakan ibadah, mengklimakskan kepasrahan abadi pada ilahi, banyak istighfar dan taubat dsb.

Tetapi yang cukup urgens dan sangat substansial pada evaluasi aspek da’wah ini yang perlu dievaluasi adalah, sudah sejauh mana pihak lain baik dalam skala fardi maupun jama’i, merasakan manisnya dan manfaat dari dakwah yang telah sekian lama dilakukan? Jangan sampai sebuah ‘jamaah’ dakwah kehilangan pekerjaannya yang sangat substansial, yaitu da’wah itu sendiri.

Evaluasi pada bidang da’wah ini jika dibreakdown dalam setiap sektor, juga akan menjadi lebih luas. Seperti evaluasi dakwah dalam bidang tarbiyah dan kaderisasi, evaluasi da’wah dalam bidang da’wah ‘ammah, evaluasi da’wah dalam bidang siyasi, evaluasi da’wah dalam bidang iqtishadi, dsb?

Pada intinya, da’wah harus dievaluasi, agar harakah da’wah tidak hanya menjadi simbol yang substansinya telah beralih pada sektor lain yang jauh dari nilai-nilai da’wah itu sendiri. Mudah – mudahan ayat ini menjadi bahan evaluasi bagi da’wah yang sama-sama kita lakukan : Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS. Yusuf/ 12 : 108)

Semoga apa yang diatas penulis bisa melaksanakannya, sungguh mudah ditulis tidak mudah untuk dilaksanakan